KH Ali Ghazaly

kh-ali-ghazaly

KH Ali Ghazaly; cikal bakal ulama besar Persatuan Islam ini lahir di Cianjur, tepatnya di Bojong Herang pada tahun 1935. Ayahnya bernama Didi, ibunya bernama Maemunah. Saudaranya berjumlah 11 orang. Beliau merupakan putra yang ketiga.

Ali Ghazaly, akrab dipangil Ustad Ali atau Ustad Ghazaly, lahir dikeluarga yang agamis serta taat beribadah. Ali Ghazaly sejak kecil telah memulai hidupnya dengan mandiri. Beliau mulai menekuni perdagangan sejak masih kecil, yaitu dengan berjualan tauco milik ayahnya. Kendati ayahnya adalah seorang pengusaha besar tauco, tetapi dia tidak mau menyandarkan namanya kepada nama besar ayahnya yang populer sebagai pengusaha tauco waktu itu.

Menginjak usianya yang ketujuh tahun, tepatnya pada tahun 1942 Ghazaly mulai memasuki jenjang pendidikan Sekolah Rakyat (setingkat SD) di Bojong Herang sampai tahun 1947. Merasa tidak puas di Sekolah Rakyat, Ghazaly kecil mulai berminat belajar ilmu agama di Madrasah Mu’awanah Cianjur. Disekolah ini beliau berkenalan dengan berbagai pengetahuan agama.

Tahun 1950-1952, Ghazaly menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyyah al-I’anah Cianjur. Kemudian beliau melanjutkan ke Tajhijiyyah pada tahun 1952-1953. Setamat Tajhijiyyah, beliau merantau ke Bandung, melanjutkan ke Tsanawiyah pada tahun 1953-1957 di Pesantren Persis Pajagalan. Dan pada tahun 1957-1959 melanjutkan ke Mu’alimien di Pesantren yang sama.

Lebih lengkapnya silahkan baca disini Biografi KH Ali Ghazaly

Cerita Motivasi Uang 100 ribu

Kali ini saya akan membagikan cerita motivasi uang 100 ribu. Langsung saja disimak…

Suatu hari disatu kelas, sang guru sedang bercerita tentang uang 100 ribu, sang guru mulai bertanya, “Siapa yang mau uang ini?” Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya, dan kembali bertanya, “Sekarang siapa yang mau uang ini?” Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata, “Sekarang siapa yang mau?”
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka. Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya…
“Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.”
“Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.”
“Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu.”
“Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya”
Itulah sepenggal cerita motivasi uang 100 ribu. Semoga bisa diambil hikmahnya oleh para pembaca, termasuk saya sendiri. In Sya Allah.
Sumber: DISINI

Gambar Dakwah Islami Part 4

Update dakwah anda berbentuk gambar melalui Gambar Dakwah Islami yang kami desain ini. Silahkan di copy oleh kawan-kawan semua. Silahkan buka juga gambar dakwah islami part 1 dan gambar dakwah islami part 2 dan part 3 disini. Semoga berkenan… :)

 

Selamat Ramadhan - Doa buka Update status Selamat Ramadhan - Doa menjelang Ramadhan Selamat Ramadhan - Kode Selamat Ramadhan - Kode 2

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman Gambar Dakwah Islami part 4. Bila ada kritik dan saran, silahkan hubungi saya melalui halaman Call Me. Terima kasih sudah berkunjung… :)