Hadits tentang Shaum Tasua Asyuro

Bismillahirrahmaanirrahiem. Kali ini kami akan menginformasikan mengenai hadits tentang shaum tasua asyuro. Shaum tasua asyuro merupakan salah satu Sunnah Rasulullah SAW yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 bulan Muharram pada kalendar hijriyah setiap tahunnya.

Hadits Anjuran Shaum Tasua Asyuro

Dalam al-Maushu’ah Al-fiqhiyah[1] dijelaskan bahwa at-Tasu’a berasal dari kata tis’ah (9) yaitu al-yaum at-taasi’ (اليوم التاسع hari kesembilan) dan ‘asyura’ berasal dari kata ‘asyrah (10) yaitu al-Yaum al- ‘asyir (اليوم العاشر hari kesepuluh) dari bulan Muharram[2]. Shaum dua hari di bulan Muharam ini yakni tanggal 9 dan 10 adalah shaum yang hukumnya sunnah muakkadah. Hal ini berdasarkan hadis shohih riwayat Muslim dan Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra[3]:

عن ابن عبّاس قال : » حِيْنَ صَامَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَاشُوْرَاءِ وأمر بِصِيَامِهِ ، قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللَّهِ : إِنَّهُ يَوْمَ تُعَظِّمُهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَإِذَا كَانَ الْعَامُ القَابِلَ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْتُ الْيَوْمَ التَّاسِعْ ، فَلَمْ يَأْتِ الْعَامَ الْمُقْبَلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «.

Dari ibnu Abbas, ia berkata: ketika Rasulullah SAW Shaum pada hari asyuro dan memerintahkan untuk shaum (pada hari tersebut), maka para sahabat berkata: “wahai Rasulullah, sesungguhnya hari tersebut (asyuro) diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani. Maka Rasulullah SAW menjawab: “Apabila datang kesempatan pada tahun yang akan datang – In-Sya Allah – aku akan shaum pada hari kesembilannya, namun tidak sempat datang tahun depan sehingga Rasulullah SAW meninggal dunia (sebelum melaksanakannya).

Keterangan Hadits

Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) shaum pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shaum pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) shaum juga pada hari kesembilan.

Apa hikmah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menambah shaum pada hari kesembilan? An Nawawi rahimahullah melanjutkan penjelasannya.

Rasulullah SAW mengatakan akan shaum pada hari sebelum Asyuro dalam rangka membedakan dengan orang-orang Yahudi, karena hari Asyuro – yaitu 10 Muharram – adalah hari dimana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi shaum pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.

Oleh karena itu, setelah Nabi SAW tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi shaum pada hari ‘Asyura. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari dimana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami shaum sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah SAW berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)

Maka Rasulullah SAW adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau SAW shaum Asyuro dan memerintahkan manusia untuk shaum pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya shaum pada hari Asyuro, dengan shaum pada hari kesembilan.

Kesimpulan

  1. Shaum tasua asyuro merupakan Sunnah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim
  2. Awal mula shaum ini ditetapkan tanggal 10, namun untuk membedakan dengan Yahudi yang turut melaksanaknnya pada saat itu, maka Rasulullah meminta izin Allah untuk menambah satu hari sebelumnya (tasua), dan Allah mengabulkannya.
  3. Jadi penamaan shaum tasua asyuro ini didasarkan pada nomor Bahasa arab sesuai penanggalan hijriyyah pada bulan muharram setiap tahunnya.

Sumber:

http://www.darussalaf.or.id/fiqih/keutamaan-bershaum -pada-hari-asyura-dan-tasua-revisi/

https://www.arrahmah.com/read/2011/12/04/16664-kapan-shaum-shaum-tasue28099a-e28098asyura.html

https://syukrillah.wordpress.com/2010/08/28/shaum -tasu%E2%80%99a-dan-asyura/

Maktabah Syamilah

Al-Quranul-Kariim

[1] Lihat Maushu’ah Al-fiqhiyah 2/3641 (al-Maktabah al-Syamilah) yang diterbitkan oleh Departemen Waqf dan urusan Islam Kuwait

[2] Lihat pula dalam kitab-kitab fiqh madzhab Syafi’I, seperti; I’anat al-Tholibin 2/301, Fath al-Aziz Syarh al-Wajiz atau disebut pula Syarh al-Kabir oleh al-Imam al-Rofi’i (w. 623 H, ulama besar Madzhab Syafi’i) 6/469, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam al-Nawawi (w.676 H) 6/382, Asna al-Matholib 5/387 oleh Abu Yahya Zakariya al-Anshori as-Syafi’I. (Juz dan halaman dalam kitab-kitab ini mengikuti al-Maktabah al-Syamilah)

[3] Hadits yang pertama telah dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Ash-Shaum no hadits 2003, Al-Imam Muslim di dalam Ash-Shiyam no hadits 128, serta Abu Dawud dalam Ash-Shaum no hadits 2444.

Gambar Dakwah Islami Part 4

Update dakwah anda berbentuk gambar melalui Gambar Dakwah Islami yang kami desain ini. Silahkan di copy oleh kawan-kawan semua. Silahkan buka juga gambar dakwah islami part 1 dan gambar dakwah islami part 2 dan part 3 disini. Semoga berkenan… :)

 

Selamat Ramadhan - Doa buka Update status Selamat Ramadhan - Doa menjelang Ramadhan Selamat Ramadhan - Kode Selamat Ramadhan - Kode 2

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman Gambar Dakwah Islami part 4. Bila ada kritik dan saran, silahkan hubungi saya melalui halaman Call Me. Terima kasih sudah berkunjung… :)

Gambar Dakwah Islami Part 3

Update dakwah anda berbentuk gambar melalui Gambar Dakwah Islami yang kami desain ini. Silahkan di copy oleh kawan-kawan semua. Silahkan buka juga gambar dakwah islami part 1 dan gambar dakwah islami part 2. Semoga berkenan… :)

Thanks Allah Tahun baru 1 Siapakah Dia Sendal Selamat natal Mentari bulan Keluarga Hujan Hari ibu Belajar hulu

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman Gambar Dakwah Islami part 3. Bila ada kritik dan saran, silahkan hubungi saya melalui halaman Call Me. Terima kasih sudah berkunjung… :)

Dracula adalah Manusia Biasa

Pernahkah kalian mendengar kata Dracula? Apa jadinya bila fakta menyebutkan bahwa Dracula adalah manusia biasa? Masihkah di benak kalian Dracula adalah sosok yang memakan darah dan bertaring panjang? Kisah ini berasal dari video di youtube. Linknya (disini)

Kisah ini bermula pada masa Turki Utsmani (Ottoman). Kekhalifahan Utsmani yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih R.A., melakukan usaha yang luar biasa dalam menegakkan Islam. Kita tahu bahwa mereka berhasil menaklukkan Konstantinopel. Tapi sepertinya, masih banyak yang belum kita ketahui. Sebagai contoh, banyak dari kita tidak sadar bahwa pada saat itu, Al-Fatih berperang melawan DRACULA.

Dracula 1
Dracula hidup pada masa khalifah Turki Utsmani

Kita mungkin bertanya-tanya, “Yang benar saja Muhammad Al-Fatih berperang melawan vampir? Adakah dengan yang lainnya? Bahwa dia berperang melawan Superman atau Thor atau Batman?”. Tidak. Dracula benar-benar seorang manusia. Dia adalah orang biasa yang memiliki julukan Dracula dan dia berkuasa di bagian selatan Wallachia yang sekarang disebut Rumania.

Seiring Al-Fatih mulai ekspansi menuju Eropa selatan seperti Bosnia, Serbia, Hungaria; ketiga negeri ini (penduduk Wallachia – Rumania Selatan), mereka ingin memerangi masukan Utsmani. Meski begitu, mereka sangat lemah, sehingga mereka (Dracula) membuat perjanjian damai dengan Al-Fatih.

Jadi bagian dalam perjanjiannya, Al-Fatih berkata pada pemimpin Wallachia, “Anda harus mengirimkan kepadaku dua orang anakmu, dan kami akan kirim mereka ke Istanbul untuk disekolahkan”. Lalu ia mengirimkan kedua putranya yang bernama Vlad dan Radu. Vlad inilah yang kita kenal sebagai Dracula.

Dracula sendiri berasal dari kata “Dracul” yang berarti “putra Dracul” yang merupakan nama ayahnya. “Dracul” artinya setan; iblis. Jadi Vlad adalah anak setan, dan julukan ini memang cocok dengan sifatnya.

Ketika mereka berdua pergi ke Konstantinopel, mereka mempelajari Islam, dan saudaranya masuk Islam (Radu). Ia menghafal Quran, dia begitu banyak mempelajari Islam. Bahkan Vlad sendiri turut mempelajari Quran, meskipun dia tidak masuk Islam. Dia bisa bahasa Arab, berbicara bahasa Persia, bahasa Turki, Rumania, dan bahasa lainnya. Dan kemudian Vlad pulang ke negaranya sementara Radu tetap di Konstantinopel dan menjadi pemimpin disana, karena penduduk Utsmani menyadari bahwa mereka tidak bisa memberikan kepemimpinan Wallachia pada orang Muslim, karena penduduk disana Kristen, maka Dracula-lah yang memimpin disana untuk kemudian dia menyerahkan Wallachia kepada dinasti Utsmani.

Meski begitu, Dracula tidak mau melakukan apa yang diinginkan Sultan. Sultan mengirim utusan kepadanya supaya bisa diajak bicara, dan utusan itu berkata, “Kau harus membayar Jizyah (pajak) karena kau sudah memimpin sebuah negara, jadi wajib untuk bayar pajak”. Tapi Dracula berkata pada utusan itu, “Jika kalian ingin memasukki pelabuhanku, kau harus melepas sorbanmu”, dan mereka menjawab, “Tidak, kami tidak akan melepasnya untukmu, kami tidak akan melepaskannya demi orang kafir”. Dracula kembali berkata, “Lepaskan sorban itu!”, lagi-lagi para utusan menolaknya. Maka Dracula memerintahkan agar seseorang membawa paku yang sangat besar dengan palu-nya, dan Dracula berkata, “Jika mereka menolak untuk melepaskannya, maka mereka takkan pernah bisa melepasnya lagi”, maka dia memerintahkan untuk memaku sorban ke kepalanya. Dan tentu saja ini akan membunuh mereka.

Jadi inilah pemicu peperangan terjadi. Dracula memutuskan untuk memerangi negara Islam, dan tentu saja Al-Fatih mengirim pasukan yang sangat banyak untuk memerangi mereka, tapi karena taktik cerdasnya, juga Dracula tahu persis kondisi dinasti Utsmani, dia berhasil mengalahkan pasukan Islam pada beberapa kesempatan. Dan apa yang telah dilakukannya saat itu, benar-benar mengukuhkan posisi dia menjadi sosok Iblis abadi.

Apa yang dilakukan Dracula? Kalau dia tidak membunuh mereka, maka dia akan menangkapnya, dan melakukan satu perbuatan yang disebut “sula”. Jika kalian belum pernah mendengar kata “sula”, itu adalah hal yang sangat mengerikan untuk dijelaskan apa yang dilakukannya. Ia akan membawa tongkat sangat besar yang dibuat runcing diatasnya. Tongkat itu lalu dimasukkan ke dalam anus dan melewati tubuh korban hingga keluar melalui mulut kalian.

Dracula terus melakukan “penyulaan”, dan menusukkannya ke dalam tubuh mereka. Banyak dari mereka yang masih hidup pada saat itu, dan itulah cara membunuh mereka yang ditangkap secara perlahan. Lalu mereka melemparkannya ke tanah, dan menyula orang setelahnya, begitu seterusnya. Dan ketika Utsmani memeriksa pasukannya, mereka menemukan di sepanjang jalan menuju ibu kota, mereka menemukan sekitar 20.000 muslim yang di sula disimpan di pinggir jalan.

Zaman sekarang pun kita akan ketakutan seperti zaman dulu terhadap sula, hal ini tidak bisa dianggap remeh, bahwa 20.000 orang telah di sula. Kalian bisa membayangkan bagaimana perasaan Al-Fatih saat itu, ia selalu beranggapan bahwa seorang Muslim saja yang terbunuh sudah terlalu banyak, tapi untuk memutilasi muslim sebanyak itu, itu adalah hal yang tidak bisa diterima. Maka Al-Fatih mengirim Radu (saudara Dracula) untuk melawan saudaranya sendiri yang pada akhirnya Radu bisa mengejar saudaranya itu.

Dracula telah melakukan banyak kekejaman, bahkan orang Kristen sendiri mulai menjauhinya, selain karena ia orang Rumania, ia juga beragama Ortodox, bukan Kristen. Namun Dracula pernah berkata pada Paus, “Jika kamu memberiku lebih banyak pasukan, saya akan menjadi Kristen untukmu. Apapun yang kamu inginkan, termasuk kepindahan agamaku”. Ia tidak pernah peduli, ia bukan tipe orang yang percaya agama. Ia hanyalah orang yang pragmatis di medan peperangan. Bagaimanapun juga, pasukan Muslim bisa berhadapan dengannya di medan peperangan.

Peperangan pun terjadi dan pasukan Muslim berhasil mengalahkan pasukan Dracula. Tapi terjadi sebuah keambiguan kisah pada saat itu, apakah umat Muslim yang membunuhnya, atau orang-orangnya sendiri yang berbalik menentangnya lalu membunuhnya. Intinya Dracula terbunuh saat itu. Lalu mereka memenggal kepala Dracula dan memperlihatkannya ke kota Istanbul dengan ditancapkan pada sebuah tongkat yang sangat besar. Mereka menyula kepala Dracula dan menyimpan di gerbang Konstantinopel selama 2-3 bulan. Dikatakan, “Jika kalian ingin menjadi orang sepertinya, KALIAN AKAN PERANG DENGAN KAMI!

Dracula 3
Dracula sebenarnya bukan seperti ini

Inilah kisah hancurnya Dracula, dan sebagai seorang Muslim, kebanyakan dari kita tidak mengetahui tentang hal ini. “Berapa banyak orang yang mengetahui bahwa Dracula adalah manusia sungguhan?”. Kita sebagai seorang Muslim, kita berhasil memerangi dan membunuhnya. Masihkah kalian menganggap bawang putih bisa membunuh Dracula? Atau peluru perak yang ditembakkan ke jantung? Atau dengan tongkat kayu? Sayangnya bukan itu yang membunuh Dracula. MUSLIM-LAH YANG MEMBUNUH DRACULA! Jadi, siapapun yang ingin mengikuti langkah Dracula, maka mereka akan menghadapi kemurkaan yang sama dari umat Muslim.

Jadi, dari kisah tersebut telah jelas bahwa Dracula adalah manusia biasa yang memiliki karakter pragmatis, tidak peduli agama, bengis, dan kejam. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, In Sya Allah.