Dracula adalah Manusia Biasa

Pernahkah kalian mendengar kata Dracula? Apa jadinya bila fakta menyebutkan bahwa Dracula adalah manusia biasa? Masihkah di benak kalian Dracula adalah sosok yang memakan darah dan bertaring panjang? Kisah ini berasal dari video di youtube. Linknya (disini)

Kisah ini bermula pada masa Turki Utsmani (Ottoman). Kekhalifahan Utsmani yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih R.A., melakukan usaha yang luar biasa dalam menegakkan Islam. Kita tahu bahwa mereka berhasil menaklukkan Konstantinopel. Tapi sepertinya, masih banyak yang belum kita ketahui. Sebagai contoh, banyak dari kita tidak sadar bahwa pada saat itu, Al-Fatih berperang melawan DRACULA.

Dracula 1
Dracula hidup pada masa khalifah Turki Utsmani

Kita mungkin bertanya-tanya, “Yang benar saja Muhammad Al-Fatih berperang melawan vampir? Adakah dengan yang lainnya? Bahwa dia berperang melawan Superman atau Thor atau Batman?”. Tidak. Dracula benar-benar seorang manusia. Dia adalah orang biasa yang memiliki julukan Dracula dan dia berkuasa di bagian selatan Wallachia yang sekarang disebut Rumania.

Seiring Al-Fatih mulai ekspansi menuju Eropa selatan seperti Bosnia, Serbia, Hungaria; ketiga negeri ini (penduduk Wallachia – Rumania Selatan), mereka ingin memerangi masukan Utsmani. Meski begitu, mereka sangat lemah, sehingga mereka (Dracula) membuat perjanjian damai dengan Al-Fatih.

Jadi bagian dalam perjanjiannya, Al-Fatih berkata pada pemimpin Wallachia, “Anda harus mengirimkan kepadaku dua orang anakmu, dan kami akan kirim mereka ke Istanbul untuk disekolahkan”. Lalu ia mengirimkan kedua putranya yang bernama Vlad dan Radu. Vlad inilah yang kita kenal sebagai Dracula.

Dracula sendiri berasal dari kata “Dracul” yang berarti “putra Dracul” yang merupakan nama ayahnya. “Dracul” artinya setan; iblis. Jadi Vlad adalah anak setan, dan julukan ini memang cocok dengan sifatnya.

Ketika mereka berdua pergi ke Konstantinopel, mereka mempelajari Islam, dan saudaranya masuk Islam (Radu). Ia menghafal Quran, dia begitu banyak mempelajari Islam. Bahkan Vlad sendiri turut mempelajari Quran, meskipun dia tidak masuk Islam. Dia bisa bahasa Arab, berbicara bahasa Persia, bahasa Turki, Rumania, dan bahasa lainnya. Dan kemudian Vlad pulang ke negaranya sementara Radu tetap di Konstantinopel dan menjadi pemimpin disana, karena penduduk Utsmani menyadari bahwa mereka tidak bisa memberikan kepemimpinan Wallachia pada orang Muslim, karena penduduk disana Kristen, maka Dracula-lah yang memimpin disana untuk kemudian dia menyerahkan Wallachia kepada dinasti Utsmani.

Meski begitu, Dracula tidak mau melakukan apa yang diinginkan Sultan. Sultan mengirim utusan kepadanya supaya bisa diajak bicara, dan utusan itu berkata, “Kau harus membayar Jizyah (pajak) karena kau sudah memimpin sebuah negara, jadi wajib untuk bayar pajak”. Tapi Dracula berkata pada utusan itu, “Jika kalian ingin memasukki pelabuhanku, kau harus melepas sorbanmu”, dan mereka menjawab, “Tidak, kami tidak akan melepasnya untukmu, kami tidak akan melepaskannya demi orang kafir”. Dracula kembali berkata, “Lepaskan sorban itu!”, lagi-lagi para utusan menolaknya. Maka Dracula memerintahkan agar seseorang membawa paku yang sangat besar dengan palu-nya, dan Dracula berkata, “Jika mereka menolak untuk melepaskannya, maka mereka takkan pernah bisa melepasnya lagi”, maka dia memerintahkan untuk memaku sorban ke kepalanya. Dan tentu saja ini akan membunuh mereka.

Jadi inilah pemicu peperangan terjadi. Dracula memutuskan untuk memerangi negara Islam, dan tentu saja Al-Fatih mengirim pasukan yang sangat banyak untuk memerangi mereka, tapi karena taktik cerdasnya, juga Dracula tahu persis kondisi dinasti Utsmani, dia berhasil mengalahkan pasukan Islam pada beberapa kesempatan. Dan apa yang telah dilakukannya saat itu, benar-benar mengukuhkan posisi dia menjadi sosok Iblis abadi.

Apa yang dilakukan Dracula? Kalau dia tidak membunuh mereka, maka dia akan menangkapnya, dan melakukan satu perbuatan yang disebut “sula”. Jika kalian belum pernah mendengar kata “sula”, itu adalah hal yang sangat mengerikan untuk dijelaskan apa yang dilakukannya. Ia akan membawa tongkat sangat besar yang dibuat runcing diatasnya. Tongkat itu lalu dimasukkan ke dalam anus dan melewati tubuh korban hingga keluar melalui mulut kalian.

Dracula terus melakukan “penyulaan”, dan menusukkannya ke dalam tubuh mereka. Banyak dari mereka yang masih hidup pada saat itu, dan itulah cara membunuh mereka yang ditangkap secara perlahan. Lalu mereka melemparkannya ke tanah, dan menyula orang setelahnya, begitu seterusnya. Dan ketika Utsmani memeriksa pasukannya, mereka menemukan di sepanjang jalan menuju ibu kota, mereka menemukan sekitar 20.000 muslim yang di sula disimpan di pinggir jalan.

Zaman sekarang pun kita akan ketakutan seperti zaman dulu terhadap sula, hal ini tidak bisa dianggap remeh, bahwa 20.000 orang telah di sula. Kalian bisa membayangkan bagaimana perasaan Al-Fatih saat itu, ia selalu beranggapan bahwa seorang Muslim saja yang terbunuh sudah terlalu banyak, tapi untuk memutilasi muslim sebanyak itu, itu adalah hal yang tidak bisa diterima. Maka Al-Fatih mengirim Radu (saudara Dracula) untuk melawan saudaranya sendiri yang pada akhirnya Radu bisa mengejar saudaranya itu.

Dracula telah melakukan banyak kekejaman, bahkan orang Kristen sendiri mulai menjauhinya, selain karena ia orang Rumania, ia juga beragama Ortodox, bukan Kristen. Namun Dracula pernah berkata pada Paus, “Jika kamu memberiku lebih banyak pasukan, saya akan menjadi Kristen untukmu. Apapun yang kamu inginkan, termasuk kepindahan agamaku”. Ia tidak pernah peduli, ia bukan tipe orang yang percaya agama. Ia hanyalah orang yang pragmatis di medan peperangan. Bagaimanapun juga, pasukan Muslim bisa berhadapan dengannya di medan peperangan.

Peperangan pun terjadi dan pasukan Muslim berhasil mengalahkan pasukan Dracula. Tapi terjadi sebuah keambiguan kisah pada saat itu, apakah umat Muslim yang membunuhnya, atau orang-orangnya sendiri yang berbalik menentangnya lalu membunuhnya. Intinya Dracula terbunuh saat itu. Lalu mereka memenggal kepala Dracula dan memperlihatkannya ke kota Istanbul dengan ditancapkan pada sebuah tongkat yang sangat besar. Mereka menyula kepala Dracula dan menyimpan di gerbang Konstantinopel selama 2-3 bulan. Dikatakan, “Jika kalian ingin menjadi orang sepertinya, KALIAN AKAN PERANG DENGAN KAMI!

Dracula 3
Dracula sebenarnya bukan seperti ini

Inilah kisah hancurnya Dracula, dan sebagai seorang Muslim, kebanyakan dari kita tidak mengetahui tentang hal ini. “Berapa banyak orang yang mengetahui bahwa Dracula adalah manusia sungguhan?”. Kita sebagai seorang Muslim, kita berhasil memerangi dan membunuhnya. Masihkah kalian menganggap bawang putih bisa membunuh Dracula? Atau peluru perak yang ditembakkan ke jantung? Atau dengan tongkat kayu? Sayangnya bukan itu yang membunuh Dracula. MUSLIM-LAH YANG MEMBUNUH DRACULA! Jadi, siapapun yang ingin mengikuti langkah Dracula, maka mereka akan menghadapi kemurkaan yang sama dari umat Muslim.

Jadi, dari kisah tersebut telah jelas bahwa Dracula adalah manusia biasa yang memiliki karakter pragmatis, tidak peduli agama, bengis, dan kejam. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, In Sya Allah.

Tafsir Al-Baqoroh 142-145

Selamat pagi, Shobahal Khoir para pembaca yang budiman. Kali ini saya hendak posting tentang Tafsir Al-Baqoroh 142-145 yang didapat dari pengajian shubuh tadi di Holis, Bandung. Langsung saja materi ya.

Naluri Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam yang dinaungi wahyu, senantiasa menginginkan perbedaan dalam berbagai hal dengan ahli kitab.

Ketika Allah memerintahkan ummat Islam lewat Rosul untuk mengganti qiblat ke Baitul Maqdis (Palestina), hati Rosul sebetulnya tidak menerima. Namun karena itu perintah Allah, maka Rosul pun mengikuti perintah-Nya. Untuk apa? Allah ingin menguji ummatnya, apakah akan terus beriman atau malah akan berpaling dan kembali ke jalan kekafiran. (2:143).

Hakikatnya, kepunyaan Allah lah timur dan barat, utara dan selatan, terlebih seluruh alam semesta ini beserta isinya. Allah sangat berhak mengatur kemana umat Islam menghadap, karena kemanapun arahnya, Allah ada untuk kita. (2:142). Dan umat Islam saat itu tidak terpengaruh dengan pemindahan qiblat.

Namun karena naluri wahyu tadi, Rosul memiliki perasaan manusiawi – yang tidak menerima qiblat diarahkan ke tempat yg sama dengan ahli kitab – menjadikan Rosul sering berbolak balik pandangan (taqolluba wajhika, 2:144) dan terus memohon dikembalikan qiblat ke baitu Ibroohim (baitulloh, Makkah), dan Allah mengabulkan kembali keinginan Rosul tadi (2:144).

Hingga pada saat ini, qiblat umat Islam tetap menuju baitulloh, dan ahli kitab (yahudi) ke baitul maqdis. Keduanya tidak akan merubah arah qiblat sampai kapanpun (2:145).

Maka barangsiapa yang memalingkan qiblat ke arah lain setelah turunnya ilmu (wahyu/dalil) kepadanya, sedang ia tidak melaksanakan perintah itu, maka ia termasuk orang yg dzolim terhadap ilmu dan keislamannya.

Pelajaran yg bisa kita ambil adalah:
1. Setiap muslim harus mencontoh Rosul yang tidak senang sama/mirip dengan kebiasaan kafir. Dalam hal qiblat contohnya. Rosul tahu bahwa kaum Yahudi sembahyang disana, tepatnya di tembok ratapan (area baitul maqdis).

Contoh lain adalah bahwa Rosul pula tidak senang ketika tahu ahli kitab melalukan thowaf disiang hari, maka Rosul pernah menggantinya di waktu shubuh.
Ketika sholat, Rosul pernah menyuruh sahabat membuka sandalnya, karena beliau tahu ahli kitab beribadah menggunakan sandalnya. Dan banyak contoh lainnya.

Intinya, umat Islam jangan berfikiran dan berkeinginan sama dengan kafir. Karena Rosul tidak pernah mau sama dengan mereka. Ingat suatu hadits: “man tasyabbaha biqoumin faHuwa minHum”.

2. Umat Islam sepenuhnya harus tunduk dan patuh terhadap sesuatu perintah/larangan yang bahkan tidak disenangi oleh pikiran (nafsu) manusia. Ketika Qiblat dipindahkan, rosul tidak senang karena memiliki kesamaan dengan ahli kitab. Namun Rosul tetap mengikuti perintah Allah dan mengesampingkan nafsunya.

3. Ilmu harus selalu berada diatas nafsu. Manusia bila menuruti hawa nafsunya, maka manusia bisa celaka dalam berbuat sesuatu, terutama beribadah. Banyak kasus korupsi yg terjadi, bukan karena pelakunya bodoh dari segi ilmu, tetapi hawa nafsunya menguasai ilmu dan dirinya. Inilah mengapa mencari ilmu itu wajib hukumnya, agar manusia tidak tersesat dalam mengarungi kehidupan dan menjadi orang dzalim, na’ûdzubillãhi min dzãlik. Wallohu a’lam.

Demikianlah Tafsir Al-Baqoroh 142-145, semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Syukron… 😉

Pola Konspirasi Yahudi

Melihat dinamika perpolitikan dunia khususnya Indonesia, nampaknya cukup relevan bila hal tersebut dikaitkan dengan pola konspirasi Yahudi. Disadari atau tidak, suka atau benci, kita harus sadar, bahwa “mereka” memegang kontrol dunia walau hanya segelintir saja dimuka bumi ini. Apa saja pola konspirasi yahudi itu? Mari simak satu persatu.

Pertama, Perbanyak kejahatan.

Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, konspirasi harus mewujudkan “hasrat alami” manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.

Kedua, Kebebasan politik sesungguhnya utopis.

Walau begitu, konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

Ketiga, Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya.

Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.

Keempat, Lakukan cara apapun.

Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapapun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik. Cara haram akan mereka anggap halal, karena mereka takkan pernah menggunakan cara halal dalam menyebarkan konspirasi ini.

Kelima, Kebenaran adalah kekuatan konspirasi.

Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana. Sebuah kebenaran yang dilakukan secara terpaksa (kebohongan publik yang dibuat seolah-olah benar) akan selalu digencarkan mereka demi mendapat kepercayaan bahwa mereka ada dipihak semua orang.

Keenam, Secret is number one!

Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat dimana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

Ketujuh, Ambil simpati Rakyat

Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan. Maka dari itu, peran media sangat substansial dalam melancarkan misi ini.

Kedelapan, Kuasai sarana pencapaiannya.

Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah :minuman keras, narkotika, pengrusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

Kesembilan, Nyalakan api kebencian.

Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

Kesepuluh, Kami harus diakui!

Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi “tuhan” bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi (pemerintahan dikuasai minoritas dan mendapat perlakuan spesial) keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan konspirasi.

Kesebelas, dikobarkannya perang dengan tetangga.

Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini. Orang Yahudi ini ahli dalam mengambinghitamkan satu pihak. Mereka akan menyulut api kebencian satu negara dengan negara tetangganya. Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya lebih kan? Keren memang rencananya.

Keduabelas, kuasai pemerintahan.

Pemerintahan bentukan konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa yang lain. Ini demi kelancaran propaganda mereka, karena mereka tahu bila pemerintahan masih dikuasai orang kontra mereka, mereka akan sedikit kesulitan dalam bergerak dan melakukan lobi politik.

Ketigabelas, Konspirasi akan menguasai opini dunia.

Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan 1000 orang non-Yahudi (gentiles/ghoyim) sebagai balasannya. Terbukti bahwa saat ini, berbagai media terkenal dan tersohor adalah milik mereka. Maka dari itu mereka akan seenak hati menyebarkan propaganda sesuai dengan yang diinginkan atau dengan kata lain memutarbalikkan fakta.

Keempatbelas, membasmi rezim kontra mereka.

Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggung-jawab atas terjadinya kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.

Kelimabelas, Krisis ekonomi.

Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan. Secara, ketika kurs rupiah melemah, maka pemerintah dipaksa meminjam suntikan dana ke IMF (International Monetary Fund) atau bank Dunia untuk membantu pembelanjaan pemerintah karena harga belanja yang kian melonjak.

Keenambelas, Penyusupan ke dalam jantung freemason Eropa

Hal tersebut dilakukan agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya. Jaringan freemason ini tersebar di seluruh dunia, terutama dibanyak negara eropa yang memiliki kekuatan finansial dan militer baik seperti Inggris, Prancis, Jerman, dll untuk meminta bantuan.

Ketujuhbelas, sebarkan ini sampai rakyat histeria.

Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.

Kedelapanbelas, timbulkan terus kekacauan

Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi ini. Kita ambil contoh kasus di berbagai negara arab seperti Afghanistan, Pakistan, Irak, dll. Mereka seolah-olah “hero” dengan mengambil opini “sang penyelamat kedamaian” karena membasmi terorisme.

Kesembilanbelas, ambil petugas kenegaraan dari kelompoknya.

Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga ditingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

Keduapuluh, Monopoli Ekonomi.

Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekuatan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

Keduapuluhsatu, kuasai SDA negara non-Yahudi

Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan. Kita lihat saja Indonesia yang mulai disusupi berbagai perusahaan asing dengan nilai investasi dimulai milyaran hingga trilyunan rupiah. Tidak ada kesemuanya yang memprioritaskan Indonesia. Semuanya hanya mementingkan negaranya (baca: Yahudi).

Keduapuluhdua, jual senjata.

Meletuskan perang dan memberinya-menjual-senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin. Perlu diketahui juga, perputaran uang untuk jual beli senjata akan semakin cepat bila peperangan dibanyak negara (yang diacak-acak oleh Yahudi) khususnya arab sana dengan dalih membasmi terorisme.

Keduapuluhtiga, Rezim terselubung.

Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya. Ini yang kita kenal dengan pemberontak. Mereka (Yahudi) seolah-olah kaum tertindas yang diserang membabi-buta oleh Muslim, padahal kenyataannya tidak. Maka mereka akan menempatkan orang-orang khusus untuk lobi politik dengan mitra mereka untuk menyusun strategi rezim terselubung sebagai kaum pemberontak.

Keduapuluhempat, Kuasai anak muda.

Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan. Juga mereka akan bahagia membasmi anak muda muslim yang hafidz (hafal al-Quran) karena mereka takut dengan anak yang sudah bisa menghafal Quran. Mereka ketakutan, akan seperti apa mereka nanti bila masih kecil saja sudah hafal Quran.

Keduapuluhlima, rubah undang-undang

Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya. Ini adalah pola konspirasi terakhir yang mereka canangkan. Sebuah finalisasi agenda yang menjadi titik ukur keberhasilan sempurnanya.

09-04-15 Konspirasi Yahudi

Ngeri memang membaca pola konspirasi Yahudi tersebut. Tapi kita tidak seharusnya tinggal diam. Mereka berjumlah sedikit, sangat sedikit. Peran media lah yang membuat mereka “seakan-akan” kuat dan lincah dalam bergerak. Mereka sebenarnya penakut. Untuk menghadapi anak kecil saja mereka menodongkan Tank. Apa bukan penakut itu?

Itulah tulisan mengenai pola konspirasi yahudi, semoga bermanfaat. Sumber tulisan

Mukjizat Lalat dan Penelitian Abad 20

Bismillah. Kali ini saya akan share tulisan tentang mukjizat Lalat dan Penelitian Abad 20 oleh Joan Clark. Tulissn ini diambil dari situs bersama dakwah. (Link dibawah)

Sewaktu muda, Syaikh Abdel Daem Al Kaheel pernah tak mampu menjawab pertanyaan orang ateis yang menghina salah satu hadits Nabi. “Bagaimana mungkin Nabi kalian menyuruh menenggelamkan lalat yang hinggap di minuman sembari menjelaskan di salah satu sayapnya ada obat. Lalu kalian mau meminum minuman seperti itu?” tanyanya nyinyir.
Al Kaheel paham bahwa yang dimaksud orang atheis tersebut adalah sabda Rasulullah:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat” (HR. Al Bukhari)

Tentu sebagai mukmin ia yakin dengan kebenaran hadits ini. Tetapi, bagaimana menjelaskan kepada orang atheis yang tidak mempercayai apapun kecuali materi?

Beberapa tahun kemudian, ketika menulis buku Asrar As Sunnah An Nabawiyah (Rahasia Sunnah Nabi), Syaikh Abdel Daem Al Kaheel menjelaskan kebenaran hadits ini dalam satu bab tersendiri dengan didukung oleh sejumlah penelitian, terutama penelitian Joan Clark.

Dokter dari Australia itu melakukan penelitian tentang lalat dan menemukan bahwa permukaan luar tubuh lalat mengandung antibiotik yang dapat mengobati banyak penyakit. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa obat pada sayap itulah yang membuat lalat tidak terkena penyakit yang dibawanya sendiri.

Hasil penelitian Joan Clark ini cukup mengejutkan sekaligus memancing banyak ilmuwan lain untuk melakukan penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukkan fakta lebih rinci bahwa cara terbaik mengeluarkan zat antibiotik pada lalat adalah dengan cara mencelupkannya ke dalam air. sebab, zat antibiotik tersebut terutama terdapat pada permukaan luar tubuh dan sayapnya.

Setelah penelitian tersebut, seorang dokter dari Rusia kemudian mengembangkan pengobatan baru dengan lalat. Sedangkan Profesor Juan Alvarez Bravo dari Universitas Tokyo mengisyaratkan pengembangan pemanfaatan ekstrak lalat untuk pengobatan.

Dalam Fatawa Mu’ashirah, Syaikh Dr Yusur Qardhawi ketika menerangkan hadits lalat ini juga menguatkannya dengan hasil penelitian yang menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah bahwa dalam sayap lalat terdapat obat untuk menetralisir penyakit yang terdapat pada sayapnya yang lain.

Masya Allah… fakta-fakta ilmiah ini baru terungkap mulai abad ke-20. Sedangkan Rasulullah telah mensabdakannya 13 abad sebelumnya. Lalu siapa yang mengajari Rasulullah kalau bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hal ini juga menjadi salah satu bukti kebenaran Islam yang seharusnya membuat iman dan rasa syukur kita kian meningkat. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]
Sumber