Goresan Tinta

Turn Back Crime dan Turn Back Sunnah

0 58

Pernahkah kalian mendengar istilah TURN BACK CRIME dan TURN BACK SUNNAH? Atau bahkan kalian punya aksesorisnya (baju, topi, jaket, dll). Sebagai pengguna, tahukah kamu apa maksud kata tersebut? Atau kalian hanya ikut-ikutan saja menggunakan aksesoris itu? Yuk kita fahami maksudnya.

Kegalauan diri melihat kedua frasa yang sama dipadankan pada kata yang bertentang maknanya

Sekitar tahun 2014, istilah Turn Back Crime ini muncul oleh Interpol (International Police; jaringan kepolisian dunia) sebagai upaya untuk memerangi berbagai tindak kejahatan yang berkaitan dengan hubungan internasional seperti; transaksi barang-barang palsu, obat terlarang (narkotika), kejahatan cyber, pedofilia, trafficking, dan lainnya.

Menurut interpol, kejahatan yang terorganisir di mulai melalui uang. Uang yang dijadikan dana untuk melakukan tindak kejahatan berasal dari transaksi-transaksi ilegal yang mungkin tanpa sadar sering kita lakukan. Adapun yang dimaksud transaksi ilegal antara lain pembajakan baik film, musik, maupun produk kebutuhan sehari-hari hingga kejahatan dunia maya seperti pedofilia dan industri film porno.

Istilah tersebut mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah terjadinya peristiwa pengeboman di dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dalam peristiwa itu, tim kepolisian Daerah Metro Jaya terjun ke lokasi mengenakan kaus polo berwarna biru donker bertuliskan Turn Back Crime di dada kanan.

POLRI sewaktu di jl. MH. Thamrin

POLRI sewaktu di jl. MH. Thamrin

POLRI gunakan istilah Turn Back Crime

POLRI gunakan istilah Turn Back Crime

Jadi, makna Turn Back versi INTERPOL adalah “memerangi, menjauhi, menghindari sesuatu yang bersifat negatif”. Hal ini berbeda dalam CAMBRIDGE DICTIONARY, kata Turn Back itu bermakna “to return in the direction you have come from, or to make someone do this”, artinya “kembali ke arah kamu datang, atau mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu”.

Pertanyaan lalu muncul

Setelah mengetahui hal tersebut, muncul pertanyaan dalam benak saya karena terjadi pertentangan makna dalam frasa Turn Back itu sendiri. Versi yang digunakan Interpol dengan versi kamus Bahasa Inggris tidak berjalan beriringan. Makna Turn Back versi Interpol diartikan “menjauhi, memerangi”, tetapi versi kamus yang bermaksud “kembali ke tempat asal”.

Apakah keduanya salah? Ataukah salah satunya yang salah?

Apakah turn back ini bermakna homonym? Yang satu kata/frasa memiliki banyak makna?

Adakah koreksi dari orang (berbahasa) inggris mengenai istilah tersebut, apabila salah satu/keduanya salah?

Ada yang baru, Turn Back Sunnah

Kaos bertuliskan Turn Back Sunnah

Kaos bertuliskan Turn Back Sunnah

Lalu kebingungan saya semakin bertambah ketika saya melihat jargon Turn Back kembali muncul, hanya saja bukan CRIME, tapi QURAN, SUNNAH, HADITS, dan lainnya. Kedua istilah tersebut; CRIME dan QURAN, merupakan kata yang bertentangan. Crime bermakna negatif, sedangkan Quran bermakna positif. Mengapa demikian? Kedua kata yang bertentangan tersebut dipadankan dalam satu frasa (turn back).

Ketika dua hal yang bertentangan tersebut dipadankan dalam satu frasa yang sama, nampaknya akan terjadi degradasi (bentrok); baik dari segi makna maupun informasi yang diberikan. Degradasi yang terjadi adalah penggunaan frasa Turn Back bisa berubah makna dan fungsi tergantung padanan kata yang disandingkan dengannya. Ketika berhubungan dengan hal negatif (seperti Crime), frasa Turn Back menjadi arti yang berbeda dengan persandingan hal positif.

Ketika melihat Turn Back Crime, kita akan membayangkan makna Turn Back menjadi “menjauhi, memerangi”. Sedangkan bila melihat Turn Back Quran, kita (mungkin) menggambarkan untuk “mengembalikan (urusan dunia) kepada Quran”.

Bisakah / bolehkah ini terjadi?

Melihat hal demikian, tentu kita tidak bisa menyalahkan keduanya, atau membenarkan keduanya. Mengapa? Karena Bahasa ini bersifat dinamis namun tetap mengacu pada fungsionalitas dan keuniversalannya. Dalam kasus ini, “Bahasa” menjadi titik tolak tulisan saya ini.

Bahasa merupakan suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain; baik berupa ucapan maupun gerakan. Ketika satu ucapan/gerakan dapat difahami oleh orang lain, maka fungsi Bahasa telah berjalan dengan baik.

Bahasa inggris merupakan Bahasa internasional. Ini berarti Bahasa Inggris diketahui oleh hampir seluruh manusia (yang mempelajarinya) di berbagai penjuru dunia. Pemahaman Bahasa inggris ini tidak selalu (tidak harus) senada dengan asal negara penciptanya; bisa saja berbeda tergantung letak geografis suatu negara, hubungan internasional, dan faktor lainnya.

Contohnya Bahasa Inggris tidak hanya digunakan sebagai Bahasa resmi di negara Inggris (British) saja, tapi terdapat negara lain yang turut menggunakannya. Ini menjadikan Bahasa inggris terbagi menjadi beberapa versi, seperti US (United States, Amerika) dan UK (United Kingdom, British/Inggris), Inggris versi Malaysia, versi Afrika, Australia, dan lainnya.

Lalu apakah keduanya salah? Ataukah hanya satu saja yang salah? Mungkinkah semuanya benar?

Tentu tidak. Meskipun berbeda, semua versi Bahasa inggris itu tetap memiliki acuan fungsional dan konteks. Acuan fungsional berarti Bahasa memiliki fungsi dan tujuan tertentu, tergantung komunitas (negara) yang menggunakannya, lalu konteks (baca: kontekstual) bermakna Bahasa bisa berpaling dari makna tekstual (makna yang tercipta ditempat Bahasa itu pertama kali muncul)[1].

Terlalu berbelit-belit bukan? Memang. Hehe…

Kembali kepada Turn Back Crime dan Turn Back Sunnah

Setelah membaca tulisan diatas, adakah sedikit pencerahan mengenai maksud tulisan tersebut? Mari kita saling berbagi informasi, karena itu hanyalah rangkuman buah fikiran saya mengenai fenomena Turn Back Crime dan Turn Back Sunnah sebagai stimulan untuk lebih mempelajari Bahasa secara mendalam. Apabila masih terdapat kesulitan, silahkan isi kolom komentar dibawah. Kalau bisa saya jawab, kalau tidak mari kita cari bersama-sama. Kepada ahli bahasa, mohon bimbingannya mengenai istilah ini.

Referensi:

  • Cambridge Advance Dictionary
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa
  • http://interpol.go.id
  • https://m.tempo.co/read/news/2016/05/24/063773644/asal-usul-turn-back-crime-di-indonesia
  • http://papasemar.com/inilah-arti-dari-kata-tulisan-turn-back-crime-di-pakaian-polisi-yang-wajib-kamu-ketahui/
  • https://www.merdeka.com/peristiwa/apa-arti-turn-back-crime-yang-kini-sering-digunakan-polri.html

[1] Ferdinand de Saussure (1916), Cours de linguistique générale [Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Gadjah Mada dengan judul Pengantar Linguistik Umum]

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe us

Silahkan masukkan email anda untuk berlangganan tulisan terbaru dari website ini.