Thanks Silatda 3

Introducing – Permulaan

Bismillahirrahmaanirrahiem. Selamat malam kawan, pernah ga sih kalian menikmati satu momen dimana kalian merasa bangkit kembali dari “zona bosan”? Ya, setidaknya itu yang saya rasakan. Tulisan dengan judul “Thanks Silatda 3” ini setidaknya menggambarkan kebangkitan tersebut dari perspeksi saya sendiri.

Sukses dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh PD Hima dan Himi Persis kab. Cianjur bertajuk Silatda 3 Santri Persis Cianjur, lantas tidak menjadikan saya gembira begitu saja. Kenapa? Karena masih banyak PR menumpuk yang harus saya selesaikan disini. Apa PRnya? Secara umum, saya dan rekan-rekan panitia Silatda 3 harus menyetel ulang beberapa konsep kegiatan yang dirasa kurang di Silatda 3. Untuk apa? Tentunya untuk persiapan di Silatda 4 nanti.

Baca: Deskripsi tentang Silatda

Sejak awal dilaksanakannya kegiatan Silatda ini, saya menjadi bagian dari founding committee beserta “rengrengan” Hima-Himi. Tahun 2011 menjadi saksi sejarah terlaksananya event akbar Persis se-kab. Cianjur yang melibatkan seluruh santri yang mengenyam pendidikan dalam naungan Persis. Hima dan Himi menjadi promotor tentunya memiliki andil dan tugas yang besar untuk menjaga konsistensi dari kegiatan tersebut, jangan sampai berhenti di tengah jalan.

Tetap saja, diawal pembentukan kepanitiaan saya sering merasa “jongjon” seakan tidak ada beban besar menyelimuti. Padahal salah, sangat salah. Ini kekurang pertama saya. Padahal, bila pekerjaan kepanitiaan saya selesaikan satu-persatu secara bertahap, tentunya hasil yang diraih bisa maksimal. Tapi apalah daya, “angger we kitu ning”

Singkat tentang Silatda

Kegiatan Silatda ini merupakan event dwi-tahunan sejak awal dilaksanakannya, ini menjadi momen waktu yang cukup senggang untuk mempersiapkan secara matang dari edisi Silatda berikutnya, kita semua tahu itu, dua tahun sudah lumayan cukup untuk evaluasi dan eksekusi berbagai kendala yang dihadapi. Semoga bisa memperbaiki diri.

Mengapa saya bilang “Thanks Silatda 3”? Betapa tidak. Disetiap momen Silatda saya memiliki berbagai cerita manis dan pahit dalam perjuangan, cie cie… Dimulai Silatda pertama yang notabene masih “unyu-unyu” ketika dihadapkan momen akbar seperti ini. Betapa tidak, silatda pertama ini terbilang gebyar dan wah. Kegiatan perdana haruslah menimbulkan kesan baik bagi penikmatnya. Dengan beban besar tersebut, saya dihadapkan pada posisi vital dalam kepanitiaan.

Lalu silatda 2 yang terlibat konflik hati yang menyayat-nyayat, hahaha (itu sih kata rekan-rekan), lalu dengan kondisi fisik yang tidak baik pada saat itu, menjadikan banyak pekerjaan yang tidak maksimal dikerjakan. Silatda pertama dan kedua bertempat di tempat yang sama, yakni Wisma Sarongge. Hanya saja pada silatda kedua, sebagian perlombaan dilaksanakan di Pesantren Persatuan Islam 04 Cianjur. Di silatda 2 ini pula saya mulai bertindak sebagai juri dan pembimbing dari MTs Persis 04. Saya tahu, posisi ini menjadi sensitif bagi perlombaan. Tapi saya berusaha dan terus mencoba untuk menunjukkan sisi objektifitas saya sebagai juri dan sebagai pembimbing.

Di silatda 3 ini sebenarnya tidak banyak yang saya rasakan, artinya saya mulai menikmati posisi saya di kepanitiaan sebagai Pubdok (atau Bahasa gampangnya si tukang moto). Silatda 3 ini telah membuka mata hati saya, bahwa diatas langit masih ada langit. Maksudnya? Ya, saya mungkin terlalu puas dengan hasil santri didikan saya di sekolah. Tapi ketika melihat dunia luar, ternyata banyak yang mungkin lebih baik lagi. Materi kepesantrenan dan umum yang menjadi ampuan pengajaran saya, banyak sekali yang harus di evaluasi. Setelahnya kegiatan ini berlangsung, langsung kroscek ini itu terkait materi pembelajaran untuk para santri.

Baca: Artikel tentang Silatda

gueBersyukur pada Allah

Tidak banyak kata yang diucapkan ketika dan setelah kegiatan Silatda 3 ini diselenggarakan selain ucapan syukur kepada Allah. Dari ribuan pengalaman yang terjadi, ribuan pula hal yang saya ambil hikmah dan ibrohnya. Saya sangat senang dan gembira dengan kawan-kawan Hima-Himi Persis Cianjur ini yang solid, kompak, dan easy-going walaupun dengan jumlah yang tidak banyak, tapi mereka berani dan tawakkal untuk terus konsisten menyelenggarakan kegiatan akbar ini. Bravo Hima-Himi Persis Cianjur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *